PetaCurah Hujan dibuat dengan menggunakan Data Curah Hujan selama 10 tahun (2007 – 2016) yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Daerah Istimewa Yogyakarta. Data tersebut berupa data mentah kemudian diolah menjadi data spasial. Peta Curah Hujan di Kabupaten Kulon Progo dibagi menjadi 3 kategori kelas. CurahHujan . Litologi . Hidrologi Pemetaan Potensi Ekonomi Kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon Peta Rupa Bumi Indonesia Open Source Pencarian Data Layer Latitude: Longitude: Persebaransuhu atau temperatur udara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu persebaran horizontal dan vertikal. Untuk lebih jelasnya dapat diihat pada uraian berikut: Sedangkan garis yang menghubungkan tempat-tempat di peta yang mendapat curah hujan yang sama disebut isohyet. Berdasarkan butiran yang dicurahkan dan asal terjadinya, hujan dapat Daerahyang memperoleh curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1.000 mm, meliputi 0,6% dari luas wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah Palu dan Luwuk). Daerah yang memperoleh curah hujan antara 1.000 - 2.000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru . Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG telah berpartisipasi dalam kegiatan pemodelan iklim regional dan pengolahan data hasil proses pemodelan tersebut untuk menghasilkan produk berupa peta proyeksi perubahan iklim di masa yang akan datang. Berikut adalah beberapa jenis produk terkait proyeksi perubahan iklim yang tersedia di Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG A. Peta Atlas Proyeksi Iklim IndonesiaPusat Informasi Perubahan Iklim BMKG menyediakan informasi berupa peta spasial dari proyeksi perubahan parameter curah hujan dan suhu beserta indeks-indeks turunannya, untuk seluruh wilayah Indonesia dalam resolusi spasial 25 km x 25 proyeksi iklim ini merupakan hasil pengolahan data keluaran dari kegiatan pemodelan iklim regional dalam konsorsium internasional pemodelan iklim CORDEX-SEA, dimana BMKG menjadi salah satu bagian didalamnya. Data yang didapat dari keluaran kegiatan pemodelan CORDEX-SEA terdiri atas ensemble dari hasil proses downscaling enam jenis model proyeksi iklim global GCM dalam dua skenario RCP. Data ini disajikan dalam bentuk peta perubahan rata-rata normal / rata-rata komposit dari dua periode yang dibandingkan untuk parameter-parameter iklim terkait curah hujan dan suhu. Periode yang dibandingkan adalah periode hasil simulasi historis model 1976-2005 dengan periode proyeksi dengan skenario kenaikan gas rumah kaca dalam jangka waktu near-future 2020-2049. Dua skenario kenaikan gas rumah kaca yang digunakan adalah dan ini dirangkum dalam bentuk buku atlas fisik dan/atau dokumen elektronik yang dapat diakses dengan menghubungi Pelayanan Terpadu Satu Pintu BMKG PTSP-BMKG, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman Produk dan Tarif PTSP atau laman PTSP-BMKG pada bagian Layanan -> Jenis Layanan dan Tarif, pada item nomor layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat komersial, dapat mengacu pada item nomor mengenai Jasa Konsultasi Klimatologi - Analisis Iklim, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman yang disebutkan diatas Produk dan Tarif PTSP.Untuk layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat non-komersil semisal untuk penelitian akademik, pengembangan masyarakat, kegiatan di lingkungan lembaga pemerintah, dan lain-lain, dapat dilakukan dengan menghubungi Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG untuk pengajuan dan pembahasan kerjasama terkait aktivitas yang atlas yang telah disebutkan diatas Peta Proyeksi Iklim Indonesia, berikut ditampilkan beberapa contoh dalam resolusi gambar yang terbatas sebagai etalase dari produk atlas yang utuh1. Peta Proyeksi Perubahan Curah Hujan Kumulatif Musiman2. Peta Proyeksi Jumlah Hari Hujan Lebat Musiman3. Peta Proyeksi Jumlah Hari Kering Musiman4. Peta Proyeksi Jumlah Hari Hujan Musiman5. Peta Proyeksi Perubahan Jumlah Hari Kering Berturut-turut Terpanjang Musiman6. Peta Proyeksi Perubahan Jumlah Hari Hujan Berturut-turut Terpanjang Musiman7. Peta Proyeksi Perubahan Suhu Rata-rata Tahunan8. Peta Proyeksi Perubahan Suhu Maksimum Tahunan9. Peta Proyeksi Perubahan Suhu Minimum Tahunan10. Peta Proyeksi Perubahan Variasi Suhu Diurnal Tahunan11. Peta Proyeksi Perubahan Jumlah Hari Hujan Sangat Lebat Musiman12. Peta Proyeksi Perubahan Jumlah Hari Hujan Ekstrem Musiman13. Peta Proyeksi Perubahan Curah Hujan Harian Maksimum Musiman14. Peta Proyeksi Perubahan Curah Hujan Kumulatif 5-Harian Maksimum Musiman15. Peta Proyeksi Perubahan Intensitas Hujan Harian Musiman16. Peta Proyeksi Perubahan Awal Musim Hujan17. Peta Proyeksi Perubahan Panjang Musim Hujan B. Peta Atlas Proyeksi Iklim Resolusi Tinggi Wilayah JawaPusat Informasi Perubahan Iklim BMKG menyediakan informasi berupa peta spasial dari proyeksi perubahan parameter curah hujan dan suhu beserta indeks-indeks turunannya, untuk wilayah Jawa dalam resolusi spasial 4 km x 4 proyeksi iklim ini merupakan hasil pengolahan data keluaran dari kegiatan pemodelan iklim regional yang dilakukan oleh Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG. Data yang digunakan merupakan keluaran dari proses downscaling model proyeksi iklim global GCM MIROC5 dengan skenario Data ini disajikan dalam bentuk peta perubahan rata-rata normal / rata-rata komposit dari dua periode yang dibandingkan untuk parameter-parameter iklim terkait curah hujan dan suhu. Periode yang dibandingkan adalah periode current 2006-2014 dengan periode near-future 2032-2040.Peta-peta ini dirangkum dalam bentuk buku atlas fisik dan/atau dokumen elektronik yang dapat diakses dengan menghubungi Pelayanan Terpadu Satu Pintu BMKG PTSP-BMKG, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman Produk dan Tarif PTSP atau laman PTSP-BMKG pada bagian Layanan -> Jenis Layanan dan Tarif, pada item nomor layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat komersial, dapat mengacu pada item nomor mengenai Jasa Konsultasi Klimatologi - Analisis Iklim, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman yang disebutkan diatas Produk dan Tarif PTSP.Untuk layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat non-komersil semisal untuk penelitian akademik, pengembangan masyarakat, kegiatan di lingkungan lembaga pemerintah, dan lain-lain, dapat dilakukan dengan menghubungi Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG untuk pengajuan dan pembahasan kerjasama terkait aktivitas yang atlas yang telah disebutkan diatas Peta Proyeksi Iklim Resolusi Tinggi Wilayah Jawa, berikut ditampilkan beberapa contoh dalam resolusi gambar yang terbatas sebagai etalase dari produk atlas yang utuh1. Perubahan nilai curah hujan musiman2. Perubahan nilai frekuensi hujan lebat musiman3. Perubahan jumlah hari tanpa hujan musiman4. Perubahan jumlah indeks consecutive dry days musiman5. Perubahan jumlah indeks consecutive wet days musiman6. Perubahan nilai fraksi hujan lebat musiman7. Perubahan nilai parameter terkait suhu rata-rata, maksimum dan minimum, variasi diurnalInformasi diatas juga disediakan dalam bentuk peta yang dibagi per Propinsi, dengan contoh sebagai berikut1. Banten2. Jawa Barat3. DKI Jakarta4. Jawa Tengah5. Yogyakarta6. Jawa TimurC. Peta Atlas Proyeksi Iklim Resolusi Tinggi Wilayah SulawesiPusat Informasi Perubahan Iklim BMKG menyediakan informasi berupa peta spasial dari proyeksi perubahan parameter curah hujan dan suhu beserta indeks-indeks turunannya, untuk wilayah Sulawesi dalam resolusi spasial 4 km x 4 proyeksi iklim ini merupakan hasil pengolahan data keluaran dari kegiatan pemodelan iklim regional yang dilakukan oleh Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG. Data yang digunakan merupakan keluaran dari proses downscaling model proyeksi iklim global GCM MIROC5 dengan skenario Data ini disajikan dalam bentuk peta perubahan rata-rata normal / rata-rata komposit dari dua periode yang dibandingkan untuk parameter-parameter iklim terkait curah hujan dan suhu. Periode yang dibandingkan adalah periode current 2006-2014 dengan periode near-future 2032-2040.Peta-peta ini dirangkum dalam bentuk buku atlas fisik dan/atau dokumen elektronik yang dapat diakses dengan menghubungi Pelayanan Terpadu Satu Pintu BMKG PTSP-BMKG, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman Produk dan Tarif PTSP atau laman PTSP-BMKG pada bagian Layanan -> Jenis Layanan dan Tarif, pada item nomor layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat komersial, dapat mengacu pada item nomor mengenai Jasa Konsultasi Klimatologi - Analisis Iklim, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman yang disebutkan diatas Produk dan Tarif PTSP.Untuk layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat non-komersil semisal untuk penelitian akademik, pengembangan masyarakat, kegiatan di lingkungan lembaga pemerintah, dan lain-lain, dapat dilakukan dengan menghubungi Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG untuk pengajuan dan pembahasan kerjasama terkait aktivitas yang atlas yang telah disebutkan diatas Peta Proyeksi Iklim Resolusi Tinggi Wilayah Sulawesi, berikut ditampilkan beberapa contoh dalam resolusi gambar yang terbatas sebagai etalase dari produk atlas yang utuh1. Perubahan nilai curah hujan musiman2. Perubahan nilai frekuensi hujan lebat musiman3. Perubahan jumlah hari tanpa hujan musiman4. Perubahan jumlah indeks consecutive dry days musiman5. Perubahan jumlah indeks consecutive wet days musiman6. Perubahan nilai fraksi hujan lebat musiman7. Perubahan nilai parameter terkait suhu rata-rata, maksimum dan minimum, variasi diurnalInformasi diatas juga disediakan dalam bentuk peta yang dibagi per Propinsi, dengan contoh sebagai berikut1. Gorontalo2. Sulawesi Selatan3. Sulawesi Tengah4. Sulawesi Tenggara5. Sulawesi Barat6. Sulawesi UtaraD. [PRODUK LAMA] Peta Atlas Proyeksi Iklim Resolusi Menengah Wilayah IndonesiaPusat Informasi Perubahan Iklim BMKG menyediakan informasi berupa peta spasial dari proyeksi perubahan parameter curah hujan dan suhu beserta indeks-indeks turunannya, untuk wilayah Indonesia dalam resolusi spasial menengah 20 km x 20 proyeksi iklim ini merupakan hasil pengolahan data keluaran dari kegiatan pemodelan iklim regional yang dilakukan oleh Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG. Data yang digunakan merupakan keluaran dari proses downscaling model proyeksi iklim global GCM MIROC5 dengan skenario Data ini disajikan dalam bentuk peta perubahan rata-rata normal / rata-rata komposit dari dua periode yang dibandingkan untuk parameter-parameter iklim terkait curah hujan dan suhu. Periode yang dibandingkan adalah periode current 2006-2014 dengan periode near-future 2032-2040.Peta-peta ini dirangkum dalam bentuk buku atlas fisik dan/atau dokumen elektronik yang dapat diakses dengan menghubungi Pelayanan Terpadu Satu Pintu BMKG PTSP-BMKG, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman Produk dan Tarif PTSP atau laman PTSP-BMKG pada bagian Layanan -> Jenis Layanan dan Tarif, pada item nomor untuk produk ini Poin D, selain peta-peta proyeksi perubahan curah hujan dan suhu, tersedia juga data proyeksi parameter iklim lainnya, yaitu kelembaban serta arah dan kecepatan angin. Parameter-parameter ini tidak tercakup dan dipetakan di dalam atlas namun tersedia dalam bentuk raw-data. Untuk mengakses data-data tersebut, mohon mengacu pada penjelasan selanjutnya dibawah layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat komersial, dapat mengacu pada item nomor mengenai Jasa Konsultasi Klimatologi - Analisis Iklim, dengan jumlah PNBP yang dapat dilihat pada laman yang disebutkan diatas Produk dan Tarif PTSP.Untuk layanan yang lebih spesifik semisal untuk kebutuhan binary raw-data atau shapefile dari peta-peta yang ada dan/atau lebih detail semisal untuk kebutuhan skala administrasi yang lebih spesifik dan/atau hal-hal yang sifatnya customized lainnya, yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat non-komersil semisal untuk penelitian akademik, pengembangan masyarakat, kegiatan di lingkungan lembaga pemerintah, dan lain-lain, dapat dilakukan dengan menghubungi Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG untuk pengajuan dan pembahasan kerjasama terkait aktivitas yang atlas yang telah disebutkan diatas Peta Proyeksi Iklim Resolusi Menengah Wilayah Indonesia, berikut ditampilkan beberapa contoh dalam resolusi gambar yang terbatas sebagai etalase dari produk atlas yang utuh1. Perubahan nilai curah hujan musiman2. Perubahan nilai frekuensi hujan lebat musiman3. Perubahan jumlah hari tanpa hujan musiman4. Perubahan jumlah indeks consecutive dry days musiman5. Perubahan jumlah indeks consecutive wet days musiman6. Perubahan nilai rata-rata suhu rata-rata, maksimum dan minimumInformasi diatas juga disediakan dalam bentuk peta yang dibagi per wilayah area, dengan contoh sebagai berikut1. Sumatera2. Jawa3. Kalimantan4. Bali dan Nusa Tenggara5. Sulawesi6. Maluku dan Papua Hutan merupakan sebuah kawasan yang memiliki peranan sangat penting. Banyak sekali manfaat hutan bagi manusia yang bisa kita rasakan baik secara langsung maupun tak langsung. Meskipun kebanyakan peranan yang kita rasakan adalah sebuah peranan yang tak langsung. Salah satu peran tak langsung yang kita rasakan adalah dinamika perubahan atmosfer. Perubahan iklim dan dan cuaca pada suatu daerah sedikit banyak juga dipengaruhi oleh keberadaan dari sebuah kawasan hutan. Selain masih banyak lagi peranan hutan pada sendi-sendi kehidupan manusia. baik yang berupa manfaat ekonomi, lingkungan maupun beberapa bidang sosial banyak sekali jenis hutan di dunia yang bisa kita bagi menjadi beberapa jenis. Ada beberapa jenis-jenis hutan berdasarkan iklim, kemudian ada juga beberapa jenis-jenis hutan berdasarkan tinggi tempatnya dan masih banyak lagi. Salah satu jenis hutan yang cukup penting keberadaannya adalah hutan hujan tropis. Jenis hutan yang satu ini bisa dikatakan merupakan salah satu hujan yang memiliki luasan cukup lebar. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan kawasan hutan terlebat di dunia yang bisa kita temukan. Hampir setiap daratan pulau di Indonesia ini di dominasi oleh ini kita akan membahas mengenai beberapa persebaran hutan hujan tropis yang ada di Indonesia. Secara garis besar persebaran hutan hujan tropis di indonesia ini dapat kita bagi menjadi tiga kawasan utama. Setiap kawasan memiliki karakteristik flora dan fauna yang berbeda-beda. Pembedaan kawasan ini sendiri juga dibantu dengan adanya garis wallace. Beberapa kawasan hutan hujan tropis di indonesia seperti1. Kawasan BaratKawasan persebaran hutan hujan tropis di Indonesia yang pertama akan kita bahas adalah kawasan barat. Kawasan ini mencakup Pulau Kalimantan, Pulau Sumatra, dan Pulau Jawa, pada kawasan ini flora yang ada di dalamnya dapat dikategorikan sebagai flora dari pepohonan yang ada di dalamnya banyak sekali didominasi oleh jenis-jenis famili Dipterocarpaceae. Jenis pohon shorea, adalah salah satu contoh tumbuhan hutan hujan tropis yang akan banyak kita temukan pada kawasan hutan di bagian ini. Kebanyakan pada kawasan daerah barat ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi, terutama pada kawasan daerah hutan di kalimantan. Sedangkan pada kawasan Pulau Jawa, jumlah hutan hujan tropisnya tidak terlalu besar. Penyumbang luasan terbesar di kawasan barat ini adalah pulau Sumatra dan Pulau Kawasan TengahKawasan tengah biasa disebut juga sebagai kawasan peralihan. Hal ini disebabkan karena kawasan yang satu ini merupakan salah satu kawasan percampuran antara wilayah barat dan wilayah timur. Selain itu Hutan hujan tropis yang ada di kawasan tengah juga memiliki karakteristik yang bisa dikatakan cukup unik dan beberapa ciri-ciri flora peralihan dan ciri-ciri fauna peralihan yang sangat berbeda dari kawasan yang lain. tak sedikit flora dan fauna yang ada di kawasan darah peralihan adalah jenis endemik. Beberapa jenis pohon yang dapat kita temukan di kawasan hutan hujan daerah peralihan ini, kebanyakan di dominasi oleh Verbenaceae, Myrtaceae, dan Araucariaceae. Meskipun kita banyak menemukan jenis tanaman ini di luar daerah peralihan, akan tetapi asal persebaran awal bisa dikatakan dari daerah bagian Kawasan TimurKawasan persebaran hutan hujan tropis di Indonesia selanjutnya adalah terletak di kawasan timur. Kawasan timur ini sendiri mencakup Kepulauan Maluku hingga Papua. Kawasan papua sendiri merupakan salah satu provinsi dengan hutan terluas di indonesia. Bisa dikatakan bahwa sebagian besar hutan yang ada di kawasan papua masih belum terdapat beberapa kawasan hutan yang telah dibuka untuk kepentingan tertentu. jenis tanaman yang banyak kita temukan di kawasan hutan daerah Papua dan Maluku ini sendiri pada dasarnya tak jauh berbeda dengan kawasan bagian tengah. Jenis tumbuhan dari famili Myrtaceae, dan Araucariaceae, masih banyak kita temukan di kawasan itu kebanyakan flora dan fauna yang ada di kawasan ini terpengaruh oleh flora dan fauna kawasan australia. Maka tak mengherankan jika pada persebaran flora di Indonesia, kawasan timur ini disebut sebagai kawasan persebaran salah satu negara yang memiliki jumlah kawasan hutan hujan tropis yang cukup besar, masalah yang dihadapai hutan di indonesia sendiri juga sangat besar. Banyak sekali kerusakan hutan yang terjadi sehingga mengurangi luasan hutan yang ada di Indonesia sendiri. Potensi sumber daya alam hutan yang ada di Indonesia sendiri memang sangat besar. Namun, semuanya akan menjadi sebuah kerusakan tak terbendung jika pengelolaan yang dilakukan masih kurang tadi beberapa informasi mengenai persebaran hutan hujan tropis di Indonesia. Ketiga kawasan hutan hujan tropis yang ada di Indonesia tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi Indonesia sendiri. Peranan yang ada tak hanya pada bidang ekonomi saja, namun juga pada bidang lingkungan. Semoga informasi tadi bermanfaat. Jika kamu lihat berita akhir-akhir ini, tentu kamu akan sering menjumpai info banjir di beberapa daerah seperti di Sumatera atau Nusa Tenggara. Tapi kenapa di Jakarta tidka banjir, hujannya biasa-biasa saja. Mengapa curah hujan di Indonesia berbeda-beda. Sebenarnya pola curah hujan di Indonesia berbeda-beda tiap tempat. Orang awam mungkin sering berfikir bahwa tipe iklim Indonesia adalah tropis artinya hujannya tinggi. Iya memang benar kita ini berjenis tipe tropis secara umum namun untuk sebaran hujannya tiap daerah berbeda-beda. Baca juga Bentang alam struktural Ada beberapa faktor yang menyebabkan pola curah hujan di Indonesia berbeda-beda. Jadi jika bulan Januari ini di Jakarta hujan maka belum tentu di Irian Jaya itu hujan. Berikut ini karakter curah hujan di Indonesia Pola Hujan di Indonesia bervariasi, pic 2. Indonesia terletak di daerah khatulistiwa. Akibat kuatnya panas matahari, uap air laut naik menjadi awan kemudian menjadi hujan. Hujan yang demikian disebut hujan khatulistiwa atua hujan zenital. Indonesia merupakan pertemuan dua angin passat dari timur laut dan tenggara yang jika keduanya bertemu akan membentuk hujan tadi. Pergerakan angin muson di Indonesia 3. Bertiupnya angin monsun barat yang banyak memuat air dari daratan Asia. Akibatnya adalah daerah Indonesia bagian barat akan mendapatkan curah hujan tinggi saat pergerakan angin ini sedangkan ke timur semakin sedikit. Sementara saat angin monsun timur, curah hujan akan lebih besar di wilayah timur sementara ke barat semakin sedikit. Baca juga Tokoh-tokoh geografi klasik 4. Adanya pertemuan udara panas dan dingin yang dapat menghasilkan hujan front. Selain itu adanya siklon tropis di Samudera Hindia selatan juga dapat memengaruhi kondisi curah hujan di Indonesia bagian selatan. Itulah beberapa faktor yang menyebabkan pola curah hujan di Inodnesia bisa berbeda-beda. Jadi anda jangan heran jika menemukan fenomena banjir di daerah lain saat di Jawa sedang kemarau. Baca juga Contoh soal studi kasus geografi di UN Gambar disini Tren hari hujan berikut diperoleh dengan menggunakan data observasi BMKG mulai dari tahun 1981-2018. Tren hari hujan ini disajikan dalam empat 4 kategori yaitu hari hujan dengan intesnsitas di atas 1, 20, 50, dan 100 mm/hari dalam setahun. Berdasarkan hasil pengolahan tren hari hujan di Indonesia secara umum hari hujan Indonesia memiliki tren yang bernilai positif walaupun di beberapa wilayah bernilai negatif dengan besaran yang bervariasi. Sebagai contoh jika kita lihat lokasi di Stasiun Meteorologi Hasaniddin Makasar yang memiliki tren positif pada semua besaran intensitas hujannya. Untuk intensitas hujan 20 mm/hari warna hijau terlihat dari persamaan tren memiliki nilai slope sebesar yang berarti hari hujan dengan intensitas 20 mm/hari cenderung bertambah sebanyak hari setiap tahunnya atau hari setiap keperluan yang lebih lanjut dan lebih mendetail, dapat dilakukan dengan menghubungi Pusat Informasi Perubahan Iklim peta tren hari hujan di beberapa UPT BMKGPeta tren curah hujan IndonesiaTren Fraksi Curah HujanTren fraksi curah hujan merupakan perbandingan curah hujan tertentu dibandingkan dengan hari hujannya. Data berasal dari data observasi BMKG mulai dari tahun 1981-2018. Tren fraksi curah hujan ini disajikan dalam tiga 3 kategori yaitu hujan untuk intesnsitas 20, 50, dan 100 mm/hari. Berdasarkan hasil pengolahan tren fraksi curah hujan di Indonesia, secara umum hujan di Indonesia memiliki tren yang bernilai positif walaupun di beberapa wilayah bernilai negatif dengan besaran yang bervariasi. Sebagai contoh jika kita lihat lokasi di Stasiun Meteorologi Hasanuddin Makasar yang memiliki tren positif pada semua besaran intensitas hujannya. Untuk intensitas hujan 20 mm/hari terlihat dari persamaan tren memiliki nilai slope sebesar per dekade yang berarti curah hujan dengan intensitas 20 mm/hari cenderung meningkat sebesar persen setiap keperluan yang lebih lanjut dan lebih mendetail, dapat dilakukan dengan menghubungi Pusat Informasi Perubahan Iklim peta tren fraksi curah hujan di beberapa UPT BMKGPeta tren fraksi curah hujan Indonesia

peta persebaran curah hujan di indonesia